Waroeng Tegal™ Yudhisti Blog

Tanya Jawab Saham, Reksadana, Axa Mandiri, dan Prudential – Waroeng Tegal™

Posted by: yudhisti on: Agustus 5, 2008

Artikel Terkait :

Dana Pensiun 1dan Invetasi

Dana Pensiun 2dan Invetasi

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) 001,002,003,004, dan 005

> aku ingin masuk ke pasar saham ma reksadana, kira2 enaknya ambil apa
> ya? sebenarnya ingin beli adaro yang katanya harganya awal 590 kl
> enggak salah, tapi masih ragu2, sekarang nyesel deh, kalo tau harganya
> lebih dari 1000 berapa gitu yang jelas naik 57% kl enggak salah.
>
> kira2 dana minimal buat inves itu berapa ya? ambil saham apa?

penawaran awal ADARO itu 1200 sekarang harganya kalo gak salah 1680
jadi naik sekitar 50% lebih memang.
Beli saham itu gak gampang, gak kayak beli barang gitu

1. Untuk jual beli saham kita harus punya rekening kustodian di bursa
efek, nah untuk dapet rekening itu kita harus ke perusahaan sekuritas
dulu. a.l. mandiri sekuritas, trimegah, danareksa, dll
2. Register awal itu bervariasi antara 20 – 50 juta tergantung
perusahaan sekuritasnya. Mungkin bisa ditanyain langsung ke perusahaan
sekuritas terdekat.
3. Modalnya cukup besar itu kalo buat aku, dan lebih baik kalo kita
bisa memantau setiap saat, karena setiap detik pun harga saham dapat
berubah2.
4. Kalo mau praktis coba aja ikut e-trading securities, itu sekuritas
online yang kita bisa jual n beli melalui komputer yang online dengan
internet. Jadi kita dapat memantau setiap saat dan setiap waktu.
5. Nah komisi sekuritas itu diambil setiap kita beli dan jual saham

ILUSTRASI :
1. Aku ikut Mandiri Sekuritas, modal awal Rp. 50 Juta
2. Ada Penawaran saham X dengan harga Rp. 1000/lembar
3. Pembelian minimal 1 lot = 500 lembar
4. Aku beli 5 lot = 2500 lembar
5. Jadi aku harus bayar 2500 * 1000 = Rp. 2.500.000,-
6. Ada fee buat sekuritas 0.1%, jadi 0.1% * 2,5 juta = Rp. 2.500
7. Total – Rp. 2.502.500,- memotong modal awal yang Rp. 50 juta
8. Misal 1 bulan kemudian, harga saham = Rp. 6000/lembar
9. Terus kita mau jual, maka keuntungan yang kita dapat = Rp.1000 *
2500 lembar = 2,5 Juta
10. Tapi untuk penjualan juga ada fee juga misal 0.1% lagi
11. Tapi ada kemungkinan untuk harga saham tersebut turun jadi Rp.
500/lembar, jadi kita rugi 2.5 juta

Karena saham ADARO ini termasuk saham energi yaitu batubara, dan
sesuai dengan harganya di pasar internasional yang meingkat siring
kenaikan harga minyak bumi. Maka harganya memang meingkat drastis,
tapi ya terkadang isu kenaikan itu hanya permainan para pialang untuk
mendapatkan keuntungan sesaat.

> terus
> enaknya main jangka panjang atau pendek? aku jg masih pemula hehehe.

Jangka panjang atau jangka pendek itu terserah investor ybs. Kalo saat
ini memang pasar saham sedang jatuh karena krisis di Amerika, sehingga
secara tidak langsung imbasnya pasar saham di Indonesia juga terkena.

Kalo sesuai buku2 yang aku baca, lebih baik kalo investasi di saham
itu Jangka Panjang, apabila kita tidak fokus. Aias masih bekerja di
tempat lain, karena pergerakan harganya liar sekali.
Jangka panjang itu minimal 5 tahun lho, karena sesuai dengan grafik
rata2 setelah 5 tahun memang kecenderungannya naik.

> gimana kalo enggak usah pakai sistim asuransi aja deh, askesku dah
> lumayan ok tuh, jamsostek jg ada.

Sistem asuransi adanya itu pada BANCASSURANCE (Unit Link)
Asuransi+Invetasi
Kalo mau yang cuma investasi ya beli reksadana aja atau maen saham
langsung, atau jenis2 investasi lain seperti post aku sebelumnya
Tapi kalo dengan adanya unit link ini kalo ada apa2 misal meninggal,
maka hasil yang didapatkan ahli waris akan semakin besar. Soalnya kalo
Askes sama Jamsostek kan standar aja. (Karena aku juga di BUMN).

>terus di bank mandiri ada saham apa
> aja yang dijual ke publik?

Bank sesuai dengan PBI (Peraturan Bank Indonesia) tidak diperbolehkan
jual beli saham, karena ada sekuritas berbeda dengan di luar negeri
dimana bank juga boleh sebagai perusahaan investasi.
Cuma kita boleh sebagai PEMASAR bukan PEMBUAT produk reksadana. Ada
banyak seperti :
1. Reksadana Pasar Uang
2. Reksadana Pendapatan Tetap (Berbasis Obligasi)
3. Rekasadan Saham
4. Reksadana Campuran
Kalo rencana IPO (Initial Public Offering) atau Penjualan Saham
Perdana ke pasar silakan baca di Tabloid Bisnis Indonesia atau KONTAN
kalo saham saat ini yang bagus sektor Agriculture dan Pertambangan/Energi

Reksadana tidak membutuhkan banyak modal, seperti Mandiri sendiri saat ini untuk subscription awal (pembelian awal) Rp. 500 Ribu dan selanjutnya minimal Rp. 100 Ribu karena sedang promo.

Beberapa sekuritas atau bank agen penjual reksadana juga banyak yang menjual dengan harga awal kurang dari Rp. 1juta

> sementara seperti itu dulu deh, btw aku lihat saham2 di amerika dan
> eropa sekarang sedang rontok, ginana saham fortis, scolder atau yang
> yang lain ya?

Saham di luar emang lagi krisis karena subprime mortgage di AS (Kredit
Perumahan 2nd liner yang bermasalah) banyak lembaga keuangan yang
pegang surat utang ini kemudian drop, termasuk CITI, LEHMAN, WACHOVIA,
dll.
Saham FORTIS aku kurang tau, kalo SCOLDER aku baru denger taunya
SCHRODER itu merupakan lembaga kuangan di dunia yang ikut merugi
karena krisis Subprime Mortgage. Setauku kita nggak bisa beli saham
tsb. kecuali sekuritas yang kita ikuti itu online

>> Lebih untung mana Axa Mandiri atau Prudential?

Keduanya adalah perusahaan yang saat ini gencar menawarkan produk bancassurance yaitu produk yang menggabungkan antara produk investasi dan asuransi. Produk ini ada di Indonesia mulai awal tahun 1990an melalui produk Bank Lippo yaitu Lippo life yang dikenal dengan warisan, baru diikuti oleh lembaga keuangan yang lain.

Produk bancassurance mulai marak karena saat ini orang-orang memilih untuk tidak hanya membeli asuransi tetapi juga sekaligus berinvestasi, dibandingkan dengan asuransi konvensional produk bancassurance ini memberikan imbal balik yang lebih menarik.

Seperti telah dijelaskan di atas, inti dari produk bancassurance adalah kita melakukan penyetoran tiap bulan ke perusahaan yang kita pilih dengan uang hasil penyetoran itu akan dibelikan unit penyertaan yang nilainya berubah-ubah setiap waktu. Sebagian dari setoran kita untuk premi asuransi sedangkan sebagian lagi untuk investasi sesuai dengan jenis investasi apa yang kita plih misal saham, pasar uang, dll.

Baik Axa Mandiri maupun Prudential keduanya merupakan lembaga besar, jadi dapat dipercaya apabila Anda tertarik untuk menginvestasikan uang anda. Sedangkan untuk kinerjanya tentu tergantung jenis produk yang Anda pilih dan komposisi di dalamnya berapa bagian untuk asuransi dan berapa bagian untuk investasi.

1. AXA Mandiri

AXA Mandiri merupakan perusahaan patungan bentukan Axa Financial Services dan Bank Mandiri. Produk Axa Mandiri dijual oleh Financial Advisor (FA) yang biasanya ada di setiap kantor cabang Bank Mandiri. Produknya antara lain :

- MandiriRencana Profesional

- Mandiri Rencana Keluarga

- Mandiri Rencana Pendidikan

- Mandiri Investasi Sejahtera

- dll.

2. Prudential

Prudential ada di beberapa negara di dunia, saat ini Prudential sendiri menawarkan produk baik asuransi murni maupun bancassurance. Produk-produk yang dimiliki antara lain :

29 Tanggapan ke "Tanya Jawab Saham, Reksadana, Axa Mandiri, dan Prudential – Waroeng Tegal™"

Saya pribadi lebih tertarik reksadana dari pada unit link, salam kenal yach :)

@ Adib
Reksadana memang bagus dari segi return nya. Namun tidak ada perlindungan/proteksi asuransinya. Lebih baik kalau punya keduanya.
Salam kenal juga pak adib

mas, saya lagi dapet tawaran asuransi+inves, antara laen dari axa mandiri, prudential, diantara itu yang lumayan yg mana ya? or kalo ga diantara usaha investasi-asuransi sejenis yang bagus apa ya? klo boleh tau mas ikut asuransi/investasi apa ya? sori banyak nanya =P

@ Andi

Bagus semua mas, tergantung pribadi masing-masing saja.

Kedua produk itu merupakan bancassurance alias investasi plus asuransi. Jadi sebagian dari setoran bulanan untuk investasi sebagian lagi untuk asuransi.

Porsi investasinya tergantung pilihan mas Andi sendiri, misal mas sudah ditanggung oleh asuransi dari tempat kerja sedangkan investasi belum ada.
Atau kalau mas Andi wirausaha atau belum ada tanggungan asuransi dari pekerjaan dapat memilih diperbesar porsi asuransi nya.

Saran saya produk yang dipilih memang untuk jangka panjang, karena akan agak rugi jika diambil sebelum 5 tahun (lebih kecil dari investasinya)

Keuntungan bancassurance ini adalah bapak dapat melakukan second claim dari perusahaan bancassurance apabila dirawat inap. Tapi sebaiknya dikonfirmasi dengan agen dari awal

Semoga membantu Pak Andi

Mas mau tanya bgmn kondisi pasar saham baik berbentuk reksadana atau unit link saat ini?? krn setahun yg lalu aku jg ikut AXA Mandiri dan AXA Financial Indonesia dan yg aku denger2 mayoritas saham skrg turun ya?? jatuhnya kira2 brp persen Mas dr kita masukin dulu? Dan saran Mas lebih baik dana yg ada di tarik atau kita tunggu smp bbrp thn ke depan ??

bayu_amnesiaboy@yahoo.co.id

@ Mas bayu, jawaban secara lengkap sudah saya kirimkan ke imel anda
intinya jangan panik dengan situasi sekarang karena investasi di bancassurance memang untuk jangka panjang (minimal 5 tahun) bahkan kalau anda sering update berita malah ada baiknya untuk menambah portofolio Anda setelah ada tanda2 perbaikan ekonomi di AS dan Eropa karena pasti akan positif untuk Indonesia juga

firstly,salam kenal ya mas. Saya tuh ada ikut axa mandiri hampir 2 taon dan saya khawatir krisis global ini akan lama proses perbaikannya jadi saya ingin tahu apa kalau sudah lewat 3 taon saya mau tarik dananya apa bisa dipersulit. Seperti yg terjadi taon 98 dimana bank bnyk yg dilikuiditas dan susah utk narik dananya balik, apakah hal ini bisa tjd di axa mandiri?
thx ya

salam kenal juga mbak marlita, memang sepertinya krisis global ini akan berlangsung agak lama sekitar 2 tahun ke depan. Kalau saran saya investasi ini memang minimal 5 tahun, jadi kalau baru berjalan 2 tahun jangan ditarik dulu tunggu sampai ekonomi stabil. Kecuali kalau mbak memang butuh likuiditas (uang tunai) saat ini.
Kalau krisis saat ini berbeda dengan krisi tahun 1998, dimana likuiditas bank sangat berlebih, Capital Adequate Ratio (CAR) yang disyaratkan hanya 8 % oleh BI. Sedangkan saat ini rata-rata lebih dari itu. Untuk Axa Mandiri sendiri saya lihat cukup kuat begitu juga dengan lembaga2 investasi lain seperti prudential, schroder, maupun manulife.
Saya rasa kalau memang mau menarik tidak akan dipersulit, tapi setahu saya saat ini reksadana saham dan campuran sedang disuspend karena BEI juga di suspend jadi tunggu saja perkembangan selanjutnya. Sepertinya hari ini akan dibuka kembali BEI.
Semoga membantu mbak.

mau tanya donk penting>..
saya umur 21th,ikt axa financial indonesia.saya ambil yg 5 thn.
setoran premi 750rb/3bln.br pembayaran yg ketiga.
saya ambil maestrolink equity pls.
menurut kalian semua itu baik apa ga???
saya lanjutkan apa ga>???
saya ambil jangka panjang buat masa depan anak2 saya ntinya.tolong penjelasan kalian semua,.email ke saya,.
tolong ya>..
saya lagi bimbang nehh

Axa Financial atau Axa Mandiri mas?
Terus terang kalo Axa Financial saya sendiri kurang pengalaman.
Tapi mengenai jangka waktu setau saya tidak ada baik untuk produk Axa Mandiri maupun Axa Financial
tp dihitung minimal tahun berapa akan balik modal (biasanya 5 tahun)

Kalau memang tujuan jangka panjang ya bagus2 saja mas,
karena memang berbeda dengan deposito atau abungan yang bisa diambil jangka pendek (<5 tahun)
kalau investasi jenis ini memang sebaiknya diatas 10 tahun.

Jadi saran saya dilanjutkan saja
Walaupun keadaan saat ini memang krisis di seluruh dunia, tetapi proyeksi saya untuk 10 tahun ke depan tentu bursa saham maupun kondisi ekonomi kita akan tetap tumbuh.
Apalagi kalau ada proteksi asuransinya, tapi mungkin bisa meminta Financial Advisor nya
apakah yang dijamin hanya Anda, anak Anda, ataukah seluruh keluarga.

Semoga membantu dan tidak bimbang lagi.

Saya bulan september kemarin investasi di axa mandiri untuk program mandiri investasi sejahtera sebesar 30 juta rupiah, dan mandiri dana sejahtera dengan setoran 1 juta sebulan,
kira2 aman ga mas? karena saya baca di internet ada yang ditipu dengan axa mandiri.jadi was2 nich….
Kemarin tertarik karena setelah dihitung2, untuk 5 tahun keatas lebih untung ambil investasi itu daripada deposito…..Mohon pendapatnya
Thanks yaa

Salam kenal Mbak Vita,
September 2008 ya?

Mandiri Investasi Sejahteranya dan MDS nya bagaimana pembagian portofolionya?
1. Berapa persen untuk investasi dan berapa persen yang untuk asuransi?
Semakin besar prosentase investasi tentu bisa lebih untung tapi juga bisa lebih rugi
2. Progresif, Dinamic, atau Secure?
Kalau saat ini memang paling aman dari kerugian ada di Secure, tapi kalau ke depan Indeks Saham naik tinggi, maka investasi Anda juga termasuk moderate kenaikannya.

Sebenarnya kalau melihat indikasi untuk minimal 5 tahun menguntungkan sekali dibandingkan dengan deposito. Memang dengan kondisi ekonomi seperti ini memang sedikit khawatir, tapi saya optimis kalau dalam 2 tahun keuangan di Indonesia akan pulih. Apalagi sebenarnya yang krisis itu ada di Amerika dan Eropa bukan Indonesia.

Sabar saja, tunggu sampai dengan minimal 5 tahun.
Sebab kalau sekarang diambil kerugian sudah pasti, karena manfaat belum didapat.

Mengenai penipuan, mungkin perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Karena Axa Mandiri stau saya merupakan salah satu institusi yang lumayan besar (Kalau tidak salah Aset nomor 3 untuk pengelolaan bancassurance) tentu mereka sanagat menjaga nama baik.
Kalau memang ada yang kurang jelas bisa menanyakan ke Financial Advisor Anda saat membuka awal, atu boleh imel saya lagi.

Semoga membantu, terima kasih kembali.

Salam kenal, mas!

salam kenal juga

Iya nih, saya barusan dari bank mandiri, mencoba untuk mencairkan dana saya. Ternyata kalo jadi saya tarik saat itu, saya malah rugi sampai 5 juta. Sbg catatan, saya ikut Mandiri Dana Sejahtera, dengan perbandingan 70% Progressive dan 30% Dynamic. Saat ini jalan tahun ke empat.

Pertanyaan:

1) Sebenarnya ada ngga sih cara-nya kita memantau pergerakan NAB dari unit di reksadana ini, khususnya untuk program dari AXA mandiri?

bisa saja mas,
caranya :
1. ada di koran bisnis (Bisnis Indonesia atau kontan), di situ ada NAB untuk tiap harinya. Jadi kita bisa mantau. Tapi kalo memang portofolionya ada yang di saham ya sama saja kita mantau IHSG kita. Biasanya kalo naik ikutan naik. Kalau turun juga ikutan turun
2. Tanya FA tempat membuka atau datang saja ke Bank Mandiri terdekat

2) Apakah tidak ada semacam ’safety-limit’ karena saat ini saja dari hitung2an menabung normal saya merugi 5 juta (disebabkan NAB yang merosot terutama dari Dynamic sampai ke 239 per unit)?

Memang tidak ada safety limit, tetapi tentu saja tidak mungkin investasi Anda menjadi nol. Sekarang investor2 yang masuk saat harga IHSG masih 2800 tentu merugi sekitar 50-60%, dengan kondisi saat ini IHSG 1300-1400 an.
Tapi kalau mau titip saja ke FA (Financial Advisor)nya untuk melakukan update perkembangan harga ke Anda by phone
kalau memang target lost Anda maksimal 30%, maka saat diberi tahu NAB turun 30% langsung anda Redem saja. (Tapi tidak saya sarankan)

3) Kalo memang krisis ini terjadi di ‘luar’ kenapa Indonesia juga terkena imbasnya? Kalo penjelasan advisor: karena saham2 perusahaan Indonesia juga banyak yg dimiliki orang asing.

Betul, intinya rata-rata investasi yang ada di Indonesia dimiliki oleh asing. Yaitu di pasar uang dan pasar saham. Jadi saat AS krisis para investor itu akan mencairkan investasi2nya di negara yang dipandang beresiko lebih tinggi dan menempatkannya di AS sendiri atau instrumen obligasi di negara lain yang dipandang lebih save

4) Saat ini saya ingin mengambil KPR. Dan bunga KPR pun juga sudah naik sampai 16%. Lebih baik mana: saya cairkan reksadana walau rugi, untuk mengurangi pokok pinjaman KPR; atau tetap saya biarkan reksadana tsb sampai kondisi membaik?

Bunga KPRnya floating ya? kalau setahu saya si fixed dulu 1 tahun pertama biasanya
kalo memang floating mungkin ada baiknya memang dikurangi dulu pokoknya. Tapi perkiraan saya sampai semester pertama tahun depan bunga bank tidak akan turun. Karena BI Rate juga turun setelah perekonomian dipandang stabil, inflasi terkendali atau ada kebijakan setelah pemerintahan baru.

Untuk reksadana nya saran saya juga lebih baik ditahan saja, karena pasti akan rugi. Tapi kalau memang bertujuan untuk mengurangi pokok kredit saran saya dicairkan dulu tidak apa-apa. Lumayan mengurangi beban angsuran.
Investasinya ditunda setelah nanti memang ada tanda-tanda ekonomi membaik saja. Start terlambat menurut saya tidak masalah, daripada kerugian yang tidak jelas di depan mata.

Terima kasih sebelumnya.

Sama-sama mas, terima kasih juga mau mampir ke blog saya

Salam Kenal Mo tanya-tanya…???

OK, salam kenal juga, makasih sudah mampir ke blog saya

Mas saya ikut AXA Mandiri sejak bulan maret 2008 kebetulan yang saya ikuti adalah Mandiri Investasi Sejahtera dan memilih Dynamic Money.

Pertanyaan:

1. Posisi AXA Mandiri bagaimana sekarang…?

Posisi apa nie mas dani?
Kalo posisi perusahaan setahu saya masih baik-baik saja

2. seandainya posisi ekonomi tahun depan pulih terus tahun depannya mo ngambil uang tapi sebelum 5 thn apa kena penalti/semacamnya?

Perhitungannya biasanya ada saat pertama membuka polis
kalo mau dengan nilai sekarang bisa tanya saja ke FAnya untuk dilakukan perhitungan ulang.
setau saya ilustrasi :
MIS 100 juta (investasi 60% = 60 juta, asuransi 40% = 40 juta)
setelah 3 tahun, misal hasil investasi per bulan 10%
maka akan dapet 60 juta * (1+0.1)^3 = Rp. 79.86
Sedangkan yang 40 juta kan buat asuransi jadi angus deh
tapi ada manfaatnya jika suatu saat terjadi

3. Klo boleh tau AXA Mandiri mempunyai saham dimana aja?

Saya sendiri juga kurang tau penempatannya di saham apa saja
karena mereka pasti portofolio akan berubah2 sesuai dengan perkiraan para broker, saham mana yang jangka panjangnya bagus.
Tapi setau saya sie masih yang blue chip macam BBCA, BBRI, TLKM

4. Klo lihat di Koran Bisnis Indonesia/Kontan posisi AXA mandiri dikolom apa ?

Ada di bagian data pasar halaman 7 kalau Kontan
Kalau Bisnis Indonesia ada di bagian yang data-data saham, dan pasar uang

5. Terimakasih Sebelumnya atas Pencerahannya.

Bisa saja,, semoga bermanfaat. Apabila ada yang kurang jelas silakan tulis lagi di blog.

Ikut nimbrung nich, saya juga ikut AXA sejak 2007 sebesar 350jt dengan pembagian 50% Proggresive dan 50% dinamic, jenis manidri investasi sejahtera, sekarang nilai investasi saya berkurang hingga 45%, apa setelah 5 th investasi saya bisa kembali secara penuh ? dengan kodisi krisis global sekarang saran yang terbaik apa ? tetap di hold atau saya parkir ke RDPU ? terima kasih buat infonya

Setau saya yang agak goncang itu Axa International
dan di Indonesia Axa Financial merupakan perusahaan terpisah dan memiliki modal sendiri
jadi untuk saat ini masih kuat dan baik saja.
Memang dengan bursa saham yang longsor (IHSG) sampai level 1200an atau turun jauh dari level tertinggi yang 2800, rata-rata investasi yang terkait dengan saham ikut longsor seperti Unit Link dan

Reksadana sampai 60% dan bukan tidak mungkin dapat turun lagi.
Kalau krisis saat ini secara technical saat USD di abwah 10 ribu memang lebih baik beli dollar, tapi sebagai orang yang cinta Indonesia :) tentu saya tidak menyarankan hal ini. Karena Rupiah dapat terdepresiasi terus seperti saat krisis moneter 1997-1998 yang mencapai 1 USD = Rp. 15.000

Kalau memang mau, memang ambil yang lebih kecil resikonya seperti Reksadana Pasar Uang maupun Pendapatan Tetap atau RD Terproteksi, tapi hal ini akan menimbulkan lost modal dari RD anda yang saya rasa cukup besar untuk saat ini. Tapi apabila jadi di switch ke RD lain apabila kita hold sampai jatuh tempo menghindari adanya capital lost, kecuali apabila panik kemudian dijual saat belum jatuh tempo.
Apabila memang sudah ada tanda-tanda ekonomi membaik baru silakukan switch lagi ke produk yang mengandung saham.

Saya sendiri tidak dapat menjamin bahwa 5 tahun akan kembali seperti semula, karena banyak faktor yang berpengaruh. Tapi saya optimis saja, semoga dengan adanya pilpres di AS dan Indonesia akan memberikan fundamental ekonomi dan tentunya harapan yang baru. Sehingga ekonomi akan segera kembali pulih dari resesi global.

Semoga membantu, salam kenal dan terima kasih mau mampir ke blog saya.

bagaimana fondasi dari AXA apakah cukup kuat menahan badai krisis global, karena saya baca pendapatan AXA turun hingga 75%, apakah kasus lehman brother bisa terulang ? terima kasih buat infonya

Mas mau ikutan nanya, saya juga ikut AXA, investasi saya berkurang hingga 45% karena krisis global, saya ikut mandiri investasi dengan perbandingan 60% Dynamic dan 40% Progressive’ saya tau itu untuk investasi jangka panjang, yang saya tannyakan apakah nilai investasi saya bisa Nol (0) karena yang saya lihat hampir tiap hari terjadi penurunan, berarti saya harus bersiap kehilangan semua investasi saya. terima kasih buat pencerahannya…

mas yudhis mo aku tanya nih, aku berminat ikut axa mandiri tp aku mau tau terlebih dulu harga saham axa mandiri dipasaran, carinya dimana yah mas….aku dah coba cari-cari tapi gak dapet juga, MAKASIH SEBELUM NYA

Boleh cari di web http://www.kontan.co.id (untuk edisi cetak kontan) e-paper
di bagian data pasar halaman 8/9 atau boleh datang ke seluruh cabang Bank Mandiri
terdapat Financial Advisor yang akan membantu (biasanya ada di cabang2 besar)

Terima kasih kembali
Salam

tanya om,
kalo saya mau lihat grafik perkembangan NAB 1 tahun terakhir untuk Mandiri Dana sejahtera dimana??

kebetulan saya bergabung dengan axa mandiri, dengan invest pada saham 70% dan obligasi 30%

thx

untuk saat ini setau saya belum ada yang online dari axa mandiri, tapi anda dapat menanyakannya langsung ke cabang Bank Mandiri terdekat yang ada FA (Financial Advisornya) untuk kemudian ditampilkan grafik pergerakan 1 tahun terakhir

ikut nimbrung neh.. buat sodara2 yang pada gabung di axa mandiri, adik dan orang tua saya ikut di mandiri investasi sejahtera, dana di parkir 150 juta, 6 bulan jalan ingin tahu perkembangannya bagaimana, tidak pernah di kasih tahu, karena beberapa kali di coba di puter2 terus, akhirnya bulan kemarin ditutup, dana kembali hanya 80%, puyenggg… informasi,,, running text metro tv hari ini axa mengalami kerugian sekitar $135 juta karena kasus skandal Bernard Madoff, jadi, bagaimana dana kita2 di axa ????

axa dengan axa mandiri merupakan perusahaan yang berbeda mas
apalagi Axa di Indonesia tidak terafliasi langsung dengan Axa Amerika
kalau kasus Madoff itu saya rasa Axa Amerika, bahkan beberapa bank besar pun ada yang terkena juga
seperti imbas pada bangkrutnya Lehman Brothers kemarin.

Mengenai tidak bisa dihitung, sebenarnya mudah
saat pembelian Mandiri Investasi Sejahtera (MIS) kan ada nilai per unit (NAB) Nilai Aktiva Bersih
kita tinggal melihat kontan atau bisnis indonesia bagian list harga
disistu ada
tinggal dikalikan saja ada berapa unit yang dibeli dengan NAB saat ini
mengenai nilai tinggal 80% dengan kondisi saat ini mungkin saja
bahkan teman saya ada yang lebih buruk.

Karena tentunya high risk high return, investasi ini memiliki resiko
berbeda dengan deposito atau tabungan yang saat ini dijamin hingga 2 miliar (sesuai LPS)

Semoga membantu

hiiii mas, lam kenal.
Gn y mas, q ini m th tentang saham lebih dalam. q m invests di saham BUMI or saham lain yang sekarang pada sekarat. kira2 prospeknya gimana? oy, selain harga batu bara yg dipengaruhi o/ harga minyak bumi, kira2 analisis yg laen apa ya? gmn dg suku bunga, inflasi,kondisi politik, rencana merger, rencana penerbitan right dan laen2. Menurut feeling insting mas, q beli saham apa yg kira2 bisa dijual lg dlm wktu 6 buln yg akan datang? Suwun/tq

kalo setauku sie mending agak menjauh dari saham2 bakire
walau secara fundamental analisanya cukup bagus, namun karena beberapa kali kurang adanya keterbukaan
terkait aksi korporasi yang mereka lakukan lebih baik jangan masuk dulu

saat ini harga komoditas yang menjadi patokan untuk harga komoditas lainnya memang minyak bumi (NYMEX)
karena lebih banyak diperdagangkan di pasar internasional.
Dengan harga minyak saat ini yang berkisar antara USD 37- 45 per barrel walaupun OPEC sudah memangkas produksinya sampai 2.2 Juta barrel sepertinya untuk ke depan harga minyak akan cenderung tetap.
Kecuali apabila OPEC memutuskan untuk memotong lifting nya sekitar 4 juta barrel lagi.

Kalau saran saya misal mau membeli saham, jauhi dulu saham sektor keuangan. Walaupun beberapa bank kinerjanya cukup bagus seperti Mandiri, BCA, BRI namun dengan resiko NPL yang agak naik karena krisis mungkin tidak terlalu bagus untuk dikoleksi

Saran saya belilah saham2 sektor konsumsi, telekomunikasi, ataupun manufaktur
seperti TELKOM, INDOFOOD, ASTRA Intl, dll.
karena relatif permintaan konsumen cenderung stabil walaupun memang agak menurun

Semoga membantu mas agung
Salam

Blognya bagus
Mas yudhisnya ga pelit bagi bagi Ilmu..

makasih2,
salam kenal mas david.
Makasih juga sudah mau mampir…

Mungkin bisa membantu. Klik di link berikut untuk memantau nilai NAB AXA Mandiri:

http://www.axa-mandiri.co.id/index.php

Setelah page-nya kebuka, lihat di kolom sebelah kiri.. atau klik di link di bawahnya (“harga unit sebelumnya”) untuk memantau perkembangan harga sebelumnya.

Dari yg saya lihat, untuk harga tertinggi (Bid) ada di 28 Feb 2008, yaitu 296.7825 untuk Progressive Money IDR dan 475.1052 untuk Dinamic Money IDR.

terima kasih infonya mas taufan
monggo untuk yang ingin tahu silakan di klik

mas…untuk tahun 2009 ini mengalami kenaikan apa tidak untuk invest Axa Mandiri Reksadana??? karena saya dan istri saya ada investasi di Rekasadana Axa Mandiri, sejak tahun 2007. Makasih mas….

menurut saya, tergantung komposisi yang diambil. Jika mengambil Axa Mandiri yang
banyak komposisi di saham menurut saya belum terlalu bagus. Walaupun ada kenaikan sedikit di Kuartal 4 2009
Perkiraan saya baru tahun 2010 pertengahan, pasar saham akan kembali naik.

Oya hanya catatan, Axa Mandri termasuk Unit Link (Bancassurance) bukan Reksadana.

Salam.

ngrepotin lagi mas… sy pengen nyoba invest di reksadana, ada bbrp yg blm jls dan mhn di ajari. Hrg UP pertama dipatok Rp 1000,- pd saat RD pertama kali dikeluarkan, nah misal hari ini kita beli hrg UP ada di Rp 1200, harga mana yang akan di kenakan pada kita saat pertama kali investasi di RD.. dan yang lainnya, minimal RD di BSM brp yah… Trims…

Gpp mas, senang bisa membantu
Harga 1000 biasanya saat penawaran perdana (baru pertama kali dikeluarkan) setelah itu akan berlaku harga pasar
bisa diatas atau dibawahnya.
Kalau misal harga kita beli 1200 (NAB nya), maka uang yang kita investasikan akan dibagi 1200 itu
misal kita invest Rp. 1,2 Juta maka akan mendapatkan 1.2 juta /1200 = 1000

Oya harga yang dikenakan adalah harga yang direlease pada jam 3 sore hari pembelian
sedangkan harga yang ada di koran atau internet adalah harga kemarin
untuk minimal tergantung dari manajer investasi dari produk yang dipilih bukan dari bank atau agen penjualnya
paling murah setau saya adaya ng Rp. 500.000 untuk awal
belum termasuk biaya pembelian ya

makasih infonya mas, blog ini sgt bgs buat di jadikan salah satu media bljr bg yg msh awam ttg dunia investasi. mdh2n tdk bosan bagi ilmunya… salam

terima kasih, salam kembali

Salam kenal Mas Andi,……………..

Kalau menurut saya Kedua produk itu merupakan unit link (gabungan investasi dan proteksi). Jadi sebagian dari setoran bulanan untuk investasi sebagian lagi untuk asuransi(untuk di bawah 5 tahun). ada double keuntungan investasi sekaligus dapat asuransinya.

Kalau memang tujuan jangka panjang(Pensiun, darurat, pendidikan) ya bagus sekali mas, kebetulan saya juga investasi di Prudential.karena memang berbeda dengan deposito atau tabungan yang bisa diambil jangka pendek (<5 tahun)

Kalau investasi jenis Unitlink ini memang sebaiknya diatas 5 atau 10 tahun. Jadi uang kita sudah terbentuk.

Salam kenal mas yudhisti, saya dah gabung axa mandiri asuransi pendidikan untuk anak saya mulai sept 2007 (usia anak 1 thn) dengan premi 900 rb/3 bulan. Karena waktu gabung saya sama sekali nggak ngeh dengan program yg saya ikuti, jika berkenan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ke mas sbb:

1. berapa lama premi yang harus saya bayarkan untuk jenis asueansi ini? waktu itu saya bilang ke salesnya saya mau ambil 10 tahun saja, ternyata saya baca polisnya ilustrasi sampai 99 thn (I’m shocked!) dan nggak ada catatan bahwa saya cuman bayar 10 thn saja as I confirmed to the axa sales.

2. bagaimana proses pencairan dana pendidikan tersebut? dipolis juga sama sekali nggak dijelaskan berapa dana yg didapatkan waktu anak msk SD, SMP or SMA. apakah dana itu otomatis dikreditkan ke rekening atau harus proses claim dulu? FYI, pembayaran saya dilakukan dengan auto debet rek. mandiri

3. Kalau memang ternyata saya diwajibkan untuk membayar more than I confirmed, what should I do? karena saya baca di peraturannya kalau polis nggak aktif/tutup dana nggak bisa ditarik.

Mohon pencerahannya dan terima kasih banyak sebelumnya.

Pertama2 saya mohon maaf karena lama membalas,
saya sedang perjalanan ke luar kota agak lama.
saya jawab sepengetahuan saya bu
1. Untuk Axa Mandiri tidak ada istilah premi dibayar sampe kapan, tentunya lebih lama akan semakin besar nilai investasi kita
maksud dari 99 tahun adalah apabila umur ibu sampai dengan 99 tahun maka ilustrasi hasil investasi yang didapat adalah seperti tsb
jadi apabila katakan baru 5 tahun sudah diambil tidak masalah. Namun karena kondisi ekonomi terutama di pasar saham yang kurang bagus saat ini
maka hasil investasi kemungkinan besar kurang bagus atau malah lebih kecil dibandingkan dengan investasi awal
Contoh :
investasi 900ribu/3bulan = sudah jalan 6 kali maka Rp. 5,4 juta investasi
tapi kalo ditarik sekarang maka tidak akan sebesar itu karena terpotong premi asuransinya
2. proses pencairan cukup dateng kepada Financial Advisor (FA) tempat membuka atau di kantor cabang bank mandiri yang dekat dengan tempat tinggal
dengan membawa dokumen2 pembukaan beserta identitas diri.
Dana harus diklaim terlebih dahulu tidak secara otomatis dikreditkan ke rekening.
Kalau memang dibutuhkan, maka katakan 4 tahun lagi saat anak masuk SD maka sebagian investasi diambil
kemudian 7 tahun lagi, begitu seterusnya
3. Untuk pembayaran lebih besar tanpa persetujuan ibu tidak akan bisa dilakukan.
Setahu saya apabila memang tidak aktif, maka dana yang sudah disetor tidak otomatis hangus namun apabila 2 kali periode tidak ada pembayaran, maka
Axa Mandiri tidak akan melanjutkan polisnya tanpa konfirmasi dari Ibu

Informasi ini adalah sepengetahuan saya, bukan secara resmi. Mungkin ibu dapat mencari informasi lebih lengkap melalui Financial Advisor (Axa Mandiri) di cabang Bank Mandiri terdekat.

terima kasih, semoga membantu dan sekali lagi mohon maaf atas balasan yang lama

Yudhisti Ramadiantio

Dear Mas Yudhisti,

Thank you very much for your reply. Maaf banget sudah ngrepotin, dah nanya mintanya dijawab cepet2 pula.. :D
saya memang lagi freak out, mo nerusin ato enggak karena banyak teman yang trauma sama asuransi, dana nggak bisa ditarik/hangus waktu mau ditutup (under some circumstances), dsb.. saya pikir kalo memang akhirnya rugi, ngapain saya terusin bayar ppreminya, mending rugi sekarang daripada nanti rugi lebih besar lagi..

Please kindly confirm my below understanding:

* Tidak ada keharusan berapa lama saya bayar premi, jadi terserah nasabahnya kan?
* Kalau mau nutup kapanpun bisa dan nggak harus ada dana yang diendapkan, kecuali kalo ada dana yang ditarik dan polis masih aktif, betul?
* Investasi yang ditanamkan belum tentu menghasilkan, tergantung jenis investasinya. Karena waktu itu saya dipilihkan (FA yg milihin jenis investasinya) dynamic rupiah (kalo nggak salah) di pasar saham, kemungkinan besar performance invest saya pasti rugi, ya kan? kira2 berapa lama saya harus ikut program ini sampai hasilnya menguntungkan untuk saya?
* Saya belum pernah terima performance report dari AXA, apakah saya perlu minta ke FA-nya? mungkin 1x setahun gitu..
* Last but not least, menurut mas baiknya saya terusin ikut program ini atau tidak? karena saya pikir kalo ikut tabungan pendidikan kayaknya lebih “menjanjikan” karena dijamin uang nggak bakalan hilang walaupun benefitnya nggak sebesar unit link (kalau hasil invest-nya lagi untung :) )

Senang dapat membantu
1. Benar tidak ada keharusan berapa lama membayar
tapi akan lebih baik minimal penyertaan 5 tahun karena biasanya baru balik modal setelah 5 tahun karena sebagian besar dari
penyertaan untuk membayar premi asuransi bukan investasi
2. Tidak harus ada dana diendapkan, tapi nanti akan sesuai dengan nilai NAB (Nilai Aktiva Bersih) saat itu
jadi nilainya dapat berkurang. Apabila memang akan ditarik seluruhnya maka berarti ditutup
Kecuali memang ditarik sebagian, tetapi menurut saya maka sisa investasi juga akan kurang menarik
3. Reksadana terdapat 3 macam
di Pasar Uang, Saham, atau campuran dan Tetap
mungkin saat itu memang saham jadi primadona karena naik tajam
untuk kapan untungnya saya tidak bisa memastikan, karena tergantung berapa indeks saham di masa yang akan datang
tapi ada baiknya anda melihat laporan atau menanyakan kepada FA berapa besar unit penyertaan Anda
tinggal dikalikan NAB yang biasanya terdapat di koran bisnis setiap harinya
4. Memang sebaiknya meminta kepada FA untuk di print atau dikirim by imel kinerja reksadana Anda
mungkin ada baiknya meminta setiap bulan, jadi lebih terkontrol
5. Untuk saya pribadi masih melanjutkan Axa saya, namun di sisi lain saya juga berinvestasi di tabungan berjangka
contoh : Tabungan Rencana Mandiri (TRM), Niaga Pendidikan, dll disesuaikan jangka waktu sesuai kebutuhan yad
tidak usah besar2 cukup 100ribu/bulan

Karena tiap2 produk memiliki +/-
misal : Axa Mandiri kan ada proteksi asuransi untuk (maaf) meninggal dunia, sakit sehingga harus opname dll
sedangkan rata2 tabungan pendidikan hanya asuransi kematian yang relatif lebih kecil
kemudian memang saat ini saham sedang jatuh (sebagai gambaran dari tertinggi IHSG 2800 sempat ke 1200, turun sampai 60%)
tetapi semoga dengan tanda2 pemulihan ekonomi dunia maka indeks saham akan kembali
saat ini saja sudah 1800

Untuk investasi lain mungkin dapat dicoba deposito atau saham, atau kalau memang tabungan berjangka anda cukup besar
saat jatuh tempo bisa untuk membuka wirausaha kecil2an
prinsip ekonomi yang sering kita dengar kan ” Don’t put all your eggs in one basket”

Silakan apabila ada yang kurang jelas imel kembali
Oya saya mohon ijin untuk pertanyaan anda kedua saya posting di blog saya kembali. Siapa tau ada yang memerlukan jawaban juga

Salam

Yudhisti Ramadiantio

Malam pak, saya karyawan swasta yang baru kerja 10 bulan,,sampai dengan saat ini gaji saya tidak pernah tersisa karena kebiasaan saya untuk selalu pulang ke jawa (saya kerja di Bangka),,

Kemarin pengajuan KTA Payroll saya sudah cair dan maksud dari mengajukan KTA PAyroll selain untuk membantu ortu juga buat saya yang ingin mencoba untuk deposito,,

pada bank *** melalui internet banking ada fasilitas deposito dengan jangka waktu 1- 5 bulan,,

rencana saya akan mencoba untuk 5 juta sebagai deposito tujuan saya adalah untuk mendapatkan untung dari nilai bunga,,

pak, bisa tidak memberikan gambaran kepada saya keuntungan dan kekurangan serta kerugiannya dari deposito dan apa yang harus saya pilih antara deposito atau investasi di reksadana,,

saya benar2 baru dalam dunia investasi dan deposito,,klo bapak bisa memberikan bimbingan kepada saya dari mana saya harus memulai, saya sangat berterima kasih atas ilmunya,,,

kalo bisa dibalas via email aja pak,supaya bisa saya print,,,

regards

YA

Salam Bu Yuri, terima kasih mau mengunjungi blog saya dan maaf saya belum bisa mengimel pribadi.

Tujuan investasi adalah mendapatkan sesuatu yang lebih menguntungkan di kemudian hari.
Seperti sering kita dengar seseorang yang berhasil dalam investasi bukanlah seseorang yang memiliki penghasilan besar, tetapi seberapa besar orang tersebut mampu menyisihkan sebagian uangnya untuk investasi.

Contoh :
A : Pendapatan Rp. 3 juta dapat menabung Rp. 1 Juta per bulan
B : Pendapatan Rp. 8 Juta dapat menabung Rp. 2 Juta per bulan
Dari kedua orang di atas jelas bahwa A lebih efisien sehingga dapat berinvestasi dengan persentase lebih banyak

Untuk pengajuan KTA payroll, saya kira hal tersebut kurang sesuai karena bunga dari kredit pasti lebih besar daripada bunga simpanan di bank manapun.
Setahu saya saat ini bunga deposito hanya kisaran 4-6% p.a, sedangkan bunga KTA rata-rata 12-15& p.a
Kita lihat kembali tujuan awal untuk pengambilan KTA anda, apakah untuk investasi atau memang ada kebutuhan.
Berinvestasi di pasar uang menggunakan pinjaman merupakan cara yang kurang tepat karena pasti akan menghasilkan margin yang negatif
Kecuali apabila uang tersebut anda gunakan untuk berinvestasi dalam usaha sendiri (membuka warung, beternak, dll) yang apabila diperhitungkan
memberikan hasil yang lebih baik dibanding suku bunga pinjaman KTA anda.
Tapi apabila memang uang anda hasil KTA menganggur untuk jangka waktu 1 bulan, anda dapat menempatkannya terlebih dahulu dalam deposito
dengan jangka waktu 1 bulan namun jangan diperpanjang otomatis. Sehingga apabila dibutuhkan menunggu sampai cairnya lebih dapat diperhitungkan.

Begitu juga dengan reksadana,untuk RD pasar uang dan saham memberikan return yang mungkin lebih besar dibanding deposito tetapi resikonya
lebih besar juga. Apalagi di tengah situasi yang masih krisis seperti ini.

Saran saya adalah apabila anda ingin berinvestasi di reksadana, gunakanlah ‘uang dingin’ atau uang yang memang ditujukan untuk berinvestasi dimana tidak akan diperlukan minimal untuk jangka waktu 5 tahun karena biasanya masih mungkin terjadi naik atau turun cukup tajam. Reksadana memiliki karakteristik
‘high risk’ tetapi ‘high return’

Ilustrasi :
Gaji : Rp. 3 Juta
KTA didapat : Rp. 25 Juta
sudah digunakan : Rp. 5 Juta
angsuran : Rp. 1,2 Juta per bulan
rencana sampai dengan bulan depan belum ada kebutuhan lagi, maka Rp. 20 Juta dapat didepositokan dengan jangka waktu 1 bulan
sehingga mendapatkan untung yang lebih besar dibandingkan di tabungan.

Saran saya adalah buka saja tabungan berjangka yang besarnya setoran tiap bulan tetap. Tidak usah terlalu besar cukup 100 ribu per bulan
dengan jangka waktu 1 tahun.
Apabila lancar, maka tahun berikutnya dapat ditambahkan baik jumlah setoran maupun jangka waktu.

Semoga membantu

Salam kenal Mas Yudhisti,.

Akhir bulan Mei 2009 yang lalu saya mendaftar ke salah satu sekuritas ternama, dan setelah terdaftar saya transfer sejumlah dana ke bank yang dihunjuk sekuritas tersebut. Dana yang saya transfer sudah diterima sekuritas dengan bukti statement bulan mei 2009 yang mereka kirim via email saya.
yang menjadi ganjalan bagi saya adalah pihak sekuritas sampai saat ini belum mau membeli saham sesuai dengan permintaan saya dengan alasan saat ini tidak saatnya untuk beli saham. Memang pihak sekuritas memberikan sejumlah keterangan atas penundaan pembelian saham, namun mungkin karena saya masih pemula saya kurang mengerti dan ragu atas keterangan mereka. Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah benar saat ini tidak baik membeli saham, tolong berikan penjelasan ya Mas. Terimakasih.

Salam kenal juga Bpk/Ibu Sadarisa
mohon maaf apabila salah
Setahu saya apabila sudah mendaftar ke salah satu sekuritas dan sudah melakukan penyetoran awal
maka kita bebas untuk melakukan transaksi sepanjang memang uangnya masih tersedia.
Saat kapanpun bisa merupakan waktu yang tepat atau tidak tepat untuk membeli saham tergantung saham yang dibeli

Kalau secara umum beberapa analis mengatakan sekarang masih merupakan saat yang terpat karena investor asing masih banyak
yang masuk ke pasar saham kita sehingga masih berpotensi untuk menguat. Apalagi saham kita (IHSG) pernah mencapai level >2800
Namun sebagian analis lain mengungkapkan dalam waktu dekat setelah pembagian deviden rawan aksi ambil untung sehingga dapat terkoreksi
dibawah level 2000 (saat ini 12 Juni 2009 ada pada level 2100)

Menurut beberapa analis saham yang masih layak untuk dibeli karena secara fundamental masih bagus adalah saham pada
sektor pertambangan (karena harga minyak naik) dan perbankan (karena BI Rate cenderung turun)

Kembali ke pertanyaan anda, saya masih kurang jelas dengan alasan mereka menunda pembelian saham. Mungkin dapat anda sampaikan
alasan tertulisnya seperti apa. Kalau memang anda berminat untuk membeli saham dikarenakan anda berpandangan
masih berpotensi untuk menguat, mungkin anda dapat mencoba account pada sekuritas lain sebagai perbandingan.

Satu hal lagi, ada baiknya anda menanyakan kepada rekan atau sahabat yang menggunakan sekuritas yang sama mengenai
layanan pembelian dan biaya yang dikenakan.
Karena fee dari pembelian/penjualan saham anda berbeda setiap sekuritas, apabila ada yang kurang jelas dapat menulis komen lagi.
Terima kasih kembali

salam kenal mas, saya pemegang polis axa mandiri financal service,
saya telah mengikuti program mandiri rencana sejahtera sudah satu tahun lebih dengan premi Rp. 6.000.000/ tahun tanpa asuransi kesehatan karena perusahaan tempat saya bekerja sudah memberikan saya asuransi kesehatan.
yang ini saya tanyakan kenapa sampai sekarang rekening korannya belum saya terima karena katanya setiap satu tahun sekali akan ada pemberitahuan hasil investasi tersebut? kira-kira kapan saya dapat menerima rekening korannya tersebut?
mohon surat saya ini ditindaklanjuti, terima kasih.

salam kenal juga Bapak Muhardi
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan ke blog saya,
mengenai rekening koran saya tidak dapat menjawab, karena saya tidak terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
pihak Axa Mandiri Financial Service jadi saya tidak memiliki kewenangan sama sekali

Apabila memang belum dikirim (diterima) maka Bapak dapat memintanya kepada FA (Financial Advisor) tempat bapak
membukanya dulu, kemudian lakukan pengecekan alamat surat. Mungkin alamat yang dituju untuk pengiriman kurang
jelas/lengkap sehingga belum terkirim.

Ada baiknya anda membawa polis asuransi awal membuka untuk memudahkan pencetakan kinerja Mandiri Rencana Sejahtera
yang diambil. Untuk asuransi setahu saya tetap dapat namun tidak terlalu besar, karena produk ini menyertakan polis asuransi

Salam

unit link punya axa mandiri maupun punya prudential, kalau kita tidak menarik investasi, apakah jumlah unit link saya bisa berkurang. dan hasil dari saham perbulan ada tidak…

kalau jumlah unit penyertaan tidak berkurang
yang berkurang adalah nilai dari unit penyertaannya

Tinggalkan Balasan

Statistik

  • 54,705 kliks

ClustrMaps Waroeng Tegal Yudhisti

Yudhisti Ramadiantio twitter

Pengarang

Penanggalan

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031