Waroeng Tegal™ Yudhisti Blog

Tempat Wisata di Palembang – Waroeng Tegal™

Posted by: yudhisti on: Maret 18, 2009

Berhubung sekarang ada di Palembang, ada misi tersendiri untuk mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia. Jadi dimulailah dari kota ‘Wong Kito Galo’ ini

1. Jembatan Ampera

Lokasi : Merupakan jembatan pemisah antara daerah ulu/olo dengan ilir, di atas sungai musi dan tepat berada di tengah kota Palembang

Transportasi :

Hampir semua angkutan kota (Angkot) melalui museum ini, tinggal pilih yang jurusan Ampera, contoh : Ampera-Perumnas, Ampera-Pakjo,dll

Yang dilihat :

Merupakan jembatan kebanggan ‘Wong Kito Galo’ Kota Palembang, dibangun sejak tahun 1960 oleh Pemerintah Jepang sebagai bayaran kepada Indonesia atas penjajahannya dahulu. Jembatan ini dulunya bagian tengah dapat terangkat ketika terdapat kapal yang akan melintas dengan sistem hidrolik, namun saat ini sudah tidak dapat berfungsi lagi.

Situs pendukung :

Wikipedia

2. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Lokasi :

Kota Palembang, sebelah jembatan Ampera

Transportasi :

Hampir semua angkutan kota (Angkot) melalui museum ini, tinggal pilih yang jurusan Ampera

Yang dilihat :

Terdapat dua buah arca di depan museum, satu arca buddha, dan satu arca ganesha. Di dalam museum, terdapat barang-barang kerajaan Palembang

Situs pendukung :

Wikimapia

Niwanda Multiply

3. Benteng Kuto Besak/Besar

Merupakan peninggalan bersejarah dari Kesultanan Palembang, bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Mempunyai ukuran panjang 288,75 meter, lebar 183.75 meter dan tinggi 9.99 meter (30 kaki) serta tebal 1.99 meter (6 kaki)

Transportasi :

Sama dengan Museum SMB II Hampir semua angkutan kota (Angkot) melalui BKB ini, tinggal pilih yang jurusan Ampera

Yang dilihat :

Sebenarnya saat ini sedang dijadikan markas dan perumahan oleh Kodam TNI, jadi kita hanya dapat melihat dari luar. Tapi kalau malam dihias oleh lampu-lampu dan di pelataran banyak keramaian

Situs Pendukung :

Wikipedia

Web Republik Indonesia

4. Masjid Agung

Mesjid Agung Palembang pada mulanya disebut Mesjid Sultan dan dibangun pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Peresmian pemakaian mesjid ini dilakukan pada tanggal 28 Jumadil Awal 1151 H (26 Mei 1748).

Dari gambar sketsa yang sampai kepada kita, atap limas mesjid ini bernuansa Cina dengan bagian ujung atapnya melengkung ke atas. Dengan demikian, pada bangunan mesjid itu terdapat perpaduan arsitektur Eropa dan Cina.

Pada awalnya Masjid Agung memiliki luas 1080 meter persegi dengan daya tampung 1200 jamaah, setelah dilakukan perluasan sebanyak 3 kali oleh warga kota Palembang luas saat ini menjadi 5520 meter persegi dengan daya tampung 7750 jamaah.

Transportasi :

Masjid ini terletak dekat dengan Monumen Perjuangan Rakyat, berada di belakang BKB.  Jika menggunakan angkot jurusan ampera dapat turun di kantor pos dekat Benteng Kuto Besak/Besar kemudian jalan ke arah Utara

Situs Pendukung :

Kementrian Pariwisata Indonesia

5. Monumen Perjuangan Rakyat

6. Pulau Kemaro

7. Hutan Wisata Punti Kayu

Under Construction

Tinggalkan Balasan

Statistik

  • 54,438 kliks

ClustrMaps Waroeng Tegal Yudhisti

Yudhisti Ramadiantio twitter

Pengarang

Penanggalan

Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031